|
Judul Modul |
KONSEP DASAR ILMU PENDIDIKAN |
|
|
Judul Kegiatan Belajar (KB)
|
1.
KB 1 Konsep Dasar dan Rasional Ilmu Pendidikan 2.
KB 2 Karakteristik
Peserta Didik 3.
KB 3 Teori Belajar dan Implikasinya dalam Pembelajaran 4.
KB 4 Kurikulum Pendidikan di
Indonesia |
|
|
No |
Butir
Refleksi |
Respon/Jawaban |
|
1 |
Daftar peta konsep (istilah
dan definisi) di modul ini |
KB 1 1. Hakekat
Manusia a. Manusia sebagai makhluk Tuhan YME b. Manusia merupakan kesatuan jasmani dan rohani c. Manusia adalah makhluk individu d. Manusia adalah makhluk sosial e. Manusia adalah makhluk berbudaya f. Manusia adalah makhluk bersusila g. Manusia adalah makhluk beragama Manusia memiliki tanggung jawab untuk membina
masyarakat, memelihara lingkungan, kerukunan dalam masyarakat sehingga
manusia perlu memiliki kemampuan pedagogik, khususnya guru menguasai
softskill dan hardskill yang berupa kompetensi profesional, pedagogik,
kepribadian, dan sosial untuk membantu perkembangan peserta didik. 2. Landasan
Ilmu Pendidikan 1.
Landasan Filosofis a.
Hakekat
manusia b.
Hakekat
ilmu c.
Nilai atau
perilaku yang dianggap baik dan benar 2.
Landasan Empiris a.
Landasan
Psikologis Pendidikan melibatkan aspek kejiwaan peserta didik
yang tampak pada bentuk perilaku dan perkembanganya. Tahap-tahap Perkembangan
Anak 1. Menurut
Piaget a. Periode
sensori motor (0-2 tahun) b. Periode
praoperasional (2-7 tahun) c. Periode
operasi konkret (7-11 tahun) d. Periode
operasi formal (11-15 tahun) 2. Menurut
Bruner a.
Tahap enaktif b.
Tahap
Ikonik c. Tahap
Simbolik 3. Menurut
Lawrence Kohlberg a.
Tingkat prekonvesional b.
Tingkat Konvensional c. Tingkat
Post-Konvensional b.
Landasan
Sosiologis Manusia melakukan interaksi dengan lingkungan dengan
bersumber pada norma kehidupan masyarakat. c.
Landasan
Historis Proses perjalanan pendidikan pada suatu periode di
Indonesia 3.
Landasan Yuridis a.
Pasal 31
UUD 1945 tentang Pendidikan Nasional b.
Undang-Undang
tentang pokok pendidikan dan kebudayaan c.
Peraturan
Pemerintah 4.
Landasan Religi Anak adalah amanah dan karunia Allah yang harus
dijaga dan dibina agar kelak menjadi khalifah yang baik, sehingga perlu
adanya pendidikan. 3. Teori
Pendidikan 1. Essensialisme : Penerapan prinsip idealisme dan realisme 2. Perenialisme : Menekankan keabadian/kebenaran abadi/ketetapan
sepanjang masa 3. Progresivisme : pendidikan diperlukan untuk perubahan untuk maju
dimana manusia berinteraksi dengan lingkungan 4. Rekonstruksionalisme: Individu sebagai pelopor masyarakat kearah baru di
masyarakat melalui sekolah 5. Behaviorisme: perilaku siswa ditentukan oleh stimulus dan respon 4.
Filsafat Ontologi:
cabang ilmu yang mempelajari sesuatu yang berwujud dan dapat diterima secara
rasional 5.
Filsafat Aksiologi:
Ilmu tentang tujuan ilmu pengetahuan/manfaat dari ilmu pengetahuan, dan
behubungan dengan penilaian etika dan estetika 6.
Filsafat Epistemologi: Konsep-konsep dasar umum dari proses mengetahui
dan berkaitan dengan metode pengajaran. 7. Penerapan
landasan Filosofis Landasan ini menjadi acuan
yang dikenakan dalam menyikapi serta melaksanakan kegiatan pendidikan 8. Penerapan
Landasan Yuridis Penerapan UU no 20/2003
tentang sisdiknas mengatur tentang bahasa pengantar pendidikan nasional,
yaitu Bahasa Indonesia 9. Penerapan
Landasan Empriris 1.
Landasan Psikologis Penyelenggaraan
pendidikan di Indonesia yang berjenjang sesuai tingkat perkembangan peserta
didik, seperti PAUD, SD, SMP, SMA. 2.
Landasan Sosiologis Di
keluarga: adanya pola asuh yang turun menurun Di
sekolah: kerja sama pihak sekolah dan tokoh masyarakat Di
masyarakat: proses interaksi antar individu di lingkungan 3.
Landasan Historis Lahirnya
pancasila dan menjadi mata pelajaran PKn, dan adanya semboyan tut wuri
handayani 10. Penerapan Landasan Religius a. Pemberian mata pelajaran agama b. Guru memberikan pengetahuan agama c. Guru mengajarkan hal-hal yang baik d. Mengarahkan siswa untuk taat pada Tuhan e. Melaksanakan nilai-nilai religius di lingkungan
sekolah KB 2
1.
Karakteristik
peserta didik adalah semua perilaku dan kemampuan yang dimiliki peserta didik
sebagai hasil dari bawaan dan lingkungan untuk menentukan aktivitas dalam
mencapai tujuan. 2.
Etnik
adalah kelompok masyarakat yang mempunyai ciri khas berdasarkan garis
keturunan yang membedakan dari kelompok lain. 3.
Kultural
adalah sesuatu yang terkait dengan kebudayaan tertentu, seperti kesenian,
agama, norma, kebiasaan, dan adat. 4.
Status sosial
adalah keadaan atau kondisi yang dimiliki seseorang seperti pekerjaan, kekayaan,
kedudukan, penghasilan, dll 5.
Minat
adalah perasaan suka atau ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas 6.
Perkembangan kognitif adalah suatu perkembangan perubahan
yang terjadi dalam rentang kehidupan manusia untuk memahami, mengolah
informasi, memecahkan masalah dan mengetahui sesuatu. 7.
Kemampuan awal peserta didik adalah pengetahuan dasar yang dimiliki
peserta didik sebelum mempelajari pengetahuan baru yang diberikan oleh guru 8.
Gaya belajar adalah cara yang digunakan peserta didik dalam
memperoleh informasi dan memproses informasi tersebut dari guru 9.
Peserta didik visual adalah peserta didik yang belajarnya
menggunakan media visual untuk mempermudah memahami materi, seperti gambar,
poster, diagram, dll 10. Peserta
didik auditori adalah
peserta didik yang belajarnya menggunakan alat indera pendengaran untuk
mempermudah memahami materi, seperti penggunaan kaset audio, keterlibatan
siswa dalam partisipasi diskusi, mendengarkan musik, dan belajar dari
kebisingan 11. Peserta
didik dengan gaya belajar kinestetik adalah peserta didik yang belajarnya memerlukan
aktivitas fisik untuk mempermudah memahami materi, seperti senang berpindah
tempat ketika belajar, menggoyang-goyangkan kaki, kepala, dll. Eserta didik
ini sulit untuk berdiam diri dan mempelajari sesuatu yang abstrak sehingga
guru memerlukan objek nyata dan mengajak peserta didik mengeksplorasi
lingkungan 12. Motivasi adalah suatu kondisi yang mempengaruhi seseorang
melakukan sesuatu 13. Perkembangan
emosi adalah suatu perubahan
perasaan yang terjadi dalam tubuh, seperti rasa senang, semangat, sedih, dll 14. Perkembangan
sosial adalah kemampuan peserta
didik dalam berinteraksi dengan lingkungannya dengan menyesuaikan diri
terhadap norma di masyarakat 15. Perkembangan
moral adalah perkembangan
perilaku peserta didik yang memiliki nilai, seperti baik-buruk, benar-salah,
dll. Menurut
Lawrence Kohlberg, tingkat perkembangan anak dibagi menjadi 3 tahapan,
yaitu: a. Tingkat prekonvesional (orientasi peserta didik
masih berupa kepatuhan dan hukuman) b. Tingkat Konvensional (orientasi perbuatan baik
adalah menyenangkan dan disepakati orang lain, berdasarkan aturan dan hukum) c. Tingkat Post-Konvensional (orientasi pada legalitas
kontrak sosial, orang peduli terhadap sesama dan yang baik disepakati
masyarakat) 16.
Perkembangan spiritual adalah kemampuan untuk
menghayati nilai dan makna, kesadaran diri, fleksibel, adaptif, memandang
holistik sesuatu, dan mencari jawaban fundamental atas situasi hidup. 17.
Perkembangan motorik adalah perkembangan gerakan
jasmani yang meningkat dari keadaan sederhana, tidak terorganisir, tidak
terampil menjadi terorganisir dengan baik seiring bertambahnya usia. 18.
Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang
menggunakan otot besar atau sebagian besar anggota tubuh, seperti melompat,
berlari, dll 19.
Motorik halus adalah gerakan tubuh yang
menggunakan otot halus atau sebagian anggota tubuh yang dipengaruhi oleh
latihan. Contoh: mengikat tali, mengancingkan pakaian, dll. KB 3 1.
Teori belajar behavioristik adalah teori yang memandang
bahwa belajar merupakan perubahan tingkah laku individu sebagai hasil dari
interaksi stimulus dan respon. 2.
Edward lee Thorndike mengemukakan bahwa belajar adalah proses interaksi
antara stimulus dan respon.belajar dapat dilakukan dengan mencoba-coba (trial
and error). Teori belajar Thorndike disebut sebagai aliran koneksionisme. 3.
Jhon Broades Watson mengembangkan teori conditioning yang berkesimpulan bahwa perilaku individu dapat
dikondisikan dengan memberi kondisi tertentu dalam proses pembelajaran maka
peserta didik akan memiliki sifat-sifat tertentu. 4.
Edwin Ray Guthrie mengemukakan bahwa hubungan stimulus dan respon
bersifat sementara, oleh karena itu peserta didik perlu diberikan stimulus
sesering mungkin agar respon bersifat lebih tetap. 5.
Menurut Skinner stimulus yang diberikan seseorang akan saling
berinteraksi dan mempengaruhi respon yang diberikan. Respon ini akan
mempunyai konsekuensi yang mempengaruhi atau munculnya perilaku. 6.
Implikasi teori
behavioristik adalah penyelenggaraan pembelajaran seperti PAUD, TK, SD, SMP,
SMA, PT, pembentukan perilaku dengan pembiasaan yang disertai dengan hukuman
dan penguatan. Pembelajaran banyak dikaitkan dengan disiplin dan berperilaku
sesuai aturan. 7.
Teaching machine adalah feedback yang
diberikan kepada peserta didik jika menjawab pertanyaan yang benar. 8.
Teori belajar kognitif disebut juga model
perseptual, yaitu teori yang menekankan proses belajar daripada hasil
belajar. belajar merupakan usaha untuk mengerti sesuatu yang dilakukan secara
aktif oleh peserta didik, yang berupa proses internal yang mencakup ingatan,
retensi, pengolahan informasi, emosi, dan aspek kejiwaan. 9.
Menurut Piaget perkembangan kognitif merupakan suatu proses genetik yang
didasarkan pada mekanisme biologis perkembangan syaraf. Jika seseorang
bertambah usia maka semakin kompleks sistem syaraf dan meningkat pula
kemampuannya. Menurut Piaget, proses belajar ada 3 tahap, yaitu: a. Asimilisi Proses pengintegrasian informasi baru ke struktur kognitif yang sudah
ada. b. Akomodasi Proses penyesuaian struktur kognitif kedalam situasi yang baru c. Equilibrasi Penyesuaian kesinambungan antara asimilasi dan akomodasi Tahap perkembangan kognitif menurut
Piaget a. Periode
sensori motor (0-2 tahun) ·
Perkembangan anak berdasarkan
tindakan ·
Langkah demi langkah b. Periode
praoperasional (2-7 tahun) ·
Penggunaan simbol atau bahasa ·
Konsep intuitif c. Periode
operasi konkret (7-11 tahun) ·
Pakai aturan jelas/logis ·
Kekekalan d. Periode
operasi formal (11-15 tahun) ·
Hipotesis ·
Abstrak ·
Deduktif dan induktif ·
Logis dan probabilitas 10. Tahap
kognitif menurut Bruner a. Tahap enaktif Seseorang melakukan aktivitas untuk memahami lingkungan sekitar
menggunakan pengetahuan motorik b. Tahap Ikonik Seseorang memahami objek melalui gambar dan visualisasi verbal c. Tahap
Simbolik Seseorang mampu memiliki ide dipengaruhi oleh kemampuannya berbahasa dan
logika. 11.
Menurut David Ausubel, teori kognitif banyak memusatkan perhatiannya ada
konsepsi bahwa perolehan pengetahuan baru merupakan fungsi dari struktur
kognitif yang telah dimiliki peserta didik. 12.
Advance organizer adalah konsep atau
informasi umum yang mewadahi semua isi pelajaran yang akan diajarkan kepada
peserta didik. 13.
Implikasi teori kognitif
dalam kegiatan pembelajaran adalah merumuskan tujuan pembelajaran, mengembangkan strategi
pembelajaran, dan melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses belajar
mengajar. 14.
Teori belajar
konstruktivistik
adalah pembentukan pengetahuan oleh peserta didik itu sendiri sehingga
peserta didik harus aktif dalam kegiatan pembelajaran, dan guru tidak
mentransfer pengetahuan yang dimiliki melainkan hanya membantu peserta didik
membentuk pengetahuannya sendiri. 15.
Goal free evaluation adalah suatu konstruksi
untuk mengatasi kelemahan evaluasi pada tujuan spesifik dan evaluator tidak
diberi informasi tentang tujuan selanjutnya, seperti pemberian tugas
autentik. 16.
Menurut Lev Vygotsky, teori konstruktivistik sebagai teori belajar
menekankan pada seseorang belajar dengan interaksi dengan orang lain dalam
suatu zona keterbatasan dirinya (proksimal developmen). Teori ini juga
menekankan bahwa perolehan kognitif terjadi melalui hubungan interpersonal
(interaksi manusia dengan lingkungan) dan hubungan intrapersonal
(internalisasi yang terjadi dalam diri sendiri). 17.
Hukum genetik perkembangan adalah perkembangan seseorang melewati tataran
sosial dan psikologis 18.
Zona perkembangan proksimal adalah setiap anak dalam
suatu domain mempunyai level perkembangan aktual yang dapat dinilai dengan
menguji secara individual dan potensi terdekat bagi perkembangan domain dalam
tersebut. 19.
Mediasi adalah tanda yang digunakan
seseorang untuk memahami seseuatu diluar pemahamannya. 20.
Mediasi semiotik adalah tanda yang digunakan
untuk memahami sesuatu didapat dari hal yang belum ada di lingkungan sekitar 21.
Scafholding adalah tanda yang digunakan
untuk memahami sesuatu didapat dari hal yang sudah ada di lingkungan sekitar 22.
Implikasi teori belajar
konstruktivistik dalam pembelajaran adalah berkembangnya pembelajaran dengan web learning dan media sosial. 23.
Teori humanistik adalah teori yang
menekankan belajar merupakan proses yang dimulai dan ditujukan untuk
kepentingan memanusiakan manusia itu sendiri. Teori ini banyak membahas
tentang konsep pendiidkan untuk membentuk manusia yang dicita-citakan. 24.
Kolb membagi tahapan belajar menjadi 4 tahap, yaitu pengalaman konkrit,
pengalaman aktif dan reflektif, konseptualisasi, dan eksperimen aktif 25.
Peter honey dan Alan mumford menggolongkan peserta didik atas empat tipe,
yaitu tipe aktivis, tipe reflektor, tipe teoris, dan tipe pragmatis 26.
Jurgen Hubermas mengemukakan membagi 3 macam tipe belajar, yaitu: a. Technical learning Peserta didik belajar dengan berinteraksi dengan alam sekelilingnya b. Practical learning Peserta didik belajar dengan berinteraksi dengan lingkungan sosialnya c. Emancpatory learning Upaya seseorang mencapai suatu pemahaman dan kesadaran tinggi akan
terjadinya perubahan atau transformasi budaya dalam lingkungan sosialnya. 27.
Taksonomi Bloom terdiri atas kawasan
kognitif, afektif, dan psikomotorik 28.
Implikasi teori humanistik adalah guru membantu
peserta didik berkembang secara bebas dengan kegiatan pembelajaran yang
menyenangkan KB 4 1.
Kurikulum sebagai daftar
mata pelajaran
adalah serangkaian daftar mata pelajaran yang diberikan kepada peserta didik
di sekolah 2.
Kurikulum sebagai pengalaman
belajar siswa
adalah pengembangan minat dan bakat, pembentukan karakter, penguasaan
keterampilan. 3.
Kurikulum sebagai rencana
atau program belajar adalah kurikulum brisi tentang rencana, program, tujuan, dan alat
evaluasi untuk menentukan keberhasilan pencapaian tujuan. 4.
Peran konservatif adalah kurikulum berperan
sebagai sarana mentransmiiskan nilai-nilai budaya masa lalu yang masih
dianggap sesuai dengan masa kini. 5.
Peran kreatif adalah kurikulum harus
mampu mengembangkan sesuatu kebaruan sesuai dengan perubahan sesuai kebutuhan
masyarakat pada masa sekarang dan mendatang. 6.
Peran kritis dan evaluatif adalah kurikulum berperan
menilai dan memilih nilai budaya serta pengetahuan baru yang akan diwariskan.
Kurikum berfungsi sebagai kontrol atau filter. 7.
Fungsi pendidikan umum adalah mempersiapkan
peserta didik menjadi anggota masyarakat dan bertanggung jawab 8.
Suplementasi adalah kurikulum
memeberikan pelayanan kepada peserta didik sesuai perbedaan yang dimiliki 9.
Eksplorasi adalah kurikulum bisa
menemukan minat dan bakat peserta didik 10.
Keahlian adalah kurikulum
mengembangkan kemamapuan peserta didik atas minat dan bakat peserta didik. 11.
Pengembangan kurikulum pada hakekatnya adalah
proses penyusunan rencana tentang isi dan bahan pelajaran yang harus
dipelajari dan bagaimana mempelajarinya. 12.
Kurikulum ideal adalah kurikulum digunakan
sebagai acuan dan landasan dalam melaksanakan proses belajar mengajar 13.
Kurikulum aktual adalah terlaksananya
kurikulum yang menjadi acuan dan landasan tersebut 14.
Kurikulum tersembunyi terdiri dari aspek relative
tetap, seperti ideologi, keyakinan, nilai budaya, dan aspek yang berubah
meliputi variabel organisasi sistem sosial dan kebudayaan, seperti
pengelolaan kelas, bagaimana pelajaran diberikan, dll. 15.
Prinsip relevansi adalah apa yang dipelajari
peserta didik sejalan dengan pengalaman belajar yang didapat 16.
Prinsip fleksibel adalah kurikulum harus
dilaksanakan dalam kondisi yang ada dan mungkin untuk dilaksanakan. 17.
Prinsip kontinuitas adalah kurikulum mempunyai
efek berkesinambungan dalam suatu jenjang ke jenjang berikutnya 18.
Prinsip efektivitas adalah rencana dalam suatu
kurikulum dapat dilaksanakan dan dicapai dalam kegiatan belajar mengajar 19.
Prinsip efisiensi adalah kurikulum harus
dapat dirancang untuk dapat digunakan dalam segala keterbatasan. 20.
Fixed mindset adalah sebuah pola pikir
tetap yang menganggap bahwa karakter, kecerdasan, dan kreativitas adalah
sebuah bawaan 21.
Growth mindset adalah pola pikir bertumbuh
dimana seseorang selalu bisa bertahan dalam kondisi apapun dan bisa
menyesuaikan diri dengan berbagai macam cara. 22.
Tantangan kurikulum yang harus dihadapi: a.
Bonus demografi b.
Teknologi di ruang kelas c.
Globalisasi d.
Pendidikan abad 21 |
|
2 |
Daftar materi yang sulit
dipahami di modul ini |
1.
Teori
belajar kognitif 2.
Teori
belajar yang dikemukakan para ahli |
|
3 |
Daftar materi yang sering
mengalami miskonsepsi |
1.
Cabang-cabang
filsafat 2.
Landasan
filosofis |
Terima kasih, sangat bermanfaat.. 😊👍👍
ReplyDeletePost a Comment
"Terima kasih Anda telah mengunjungi blog kami. Semoga artikel kami bermanfaat."